Banner
Banner
Banner
Kepercayaan adalah Kunci PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 08 June 2009 11:59

Kepercayaan kepada pengembang properti terutama dalam serah terima produk tepat waktu menjadi kunci keberhasilan penjualan apalagi di tengah kompetisi ketat pada saat krisis ekonomi.
"Pembeli produk properti biasanya melihat dulu siapa yang menjadi pengembang," kata Direktur PT.Bakrieland Development Tbk, Marudi Surachman di Jakarta, Rabu (11/3), dalam seminar Smart Investment in Financial Crisis yang diselenggarakan PT.Bakrieland Development Tbk. Menurutnya, pengalaman Bakrieland dengan kepercayaan seperti itu tinggal menyiapkan strategi penjualan mulai dari ukuran produk serta harga sehingga meskipun krisis tetap akan dapat diserap pasar dengan baik.

Marudi mengatakan, pengembang juga harus pintar-pintar mengemas produk terutama yang selama ini menjadi unggulan, karena lokasinya strategis seperti proyek Rasuna Epicentrum.


Mengenai daya beli, Marudi mengatakan, produk skala harga tertentu tidak mengenal krisis ekonomi bahkan mengalami kenaikan. Penjualan Januari - Februari naik 60 persen dibanding pada 2008. Sedangkan, Maret bisa lebih besar lagi.

Marudi mengatakan, pihaknya juga melaksanakan efisiensi dalam pembangunan properti agar selesai tepat waktu termasuk melalui rekayasa teknik yang memungkinkan biaya kontruksi dapat ditekan. Apalagi, kandungan lokal proyek properti masih sangat besar.

Keberhasilan penjualan juga dipengaruhi pemain properti yang masuk pasar sangat terbatas di masa krisis. Dengan demikian, pembelinya selektif juga produk yang masuk ke pasar terbatas. "Kalau konstruksi lambat, penjualan akan tertunda sehingga mempengaruhi kelangsungan proyek secara menyeluruh, sehingga berbekal lokasi Bakrieland yang strategis Bakrie merencanakan serah terima produknya tahun 2009," ujarnya.

Lainnya, penjualan produk harus ada insentif. Misalnya, sistem pembayaran dengan bunga tetap untuk satu tahun bekerja sama dengan bank. "Bakrieland sendiri menggandeng BRI untuk pembiayaan KPR," ujarnya.

Salah satu produk yang ditawarkan KPR inden. Artinya, sebelum bangunan berdiri pembeli sudah dapat mencicil kredit. KPR inden hanya diberikan kepada pengembang yang memiliki reputasi dan lokasi strategis, jelas GM Bank BRI Joice F. Rosandi.

Sementara untuk imbal hasil (yield), Marsudi mengatakan, sektor properti seperti di Bakrieland bisa di atas 11 persen atau lima persen di atas angka inflasi sehingga menarik bagi investasi.

Lebih jauh pengamat properti Panangian Simanungkalit mengatakan, saat ini memasuki masa transisi dalam pasar properti sebelum memasuki booming tahun 2011, sehingga kalau ingin membeli justru saat yang tepat.

"Memang saat ini tingkat bunga bank masih tinggi, 14-15 persen, namun ini dapat disiasati pengembang dengan memberikan subsidi, serta diperkirakan masih dapat turun sampai 10 persen pada Juni 2009 karena inflasi rendah sampai 6 persen," ujarnya.

Mengenai yield sendiri di Jakarta dibagi tiga di saat krisis yakni proyek properti sun rise 10 persen, sunset 5-10 persen, atau meredup 5 persen. "Untuk kategori terakhir dapat dilihat proyek properti yang lokasinya di kawasan banjir," katanya.

Sumber berita: KOMPAS.com -

Last Updated on Sunday, 21 June 2009 07:42
 
Banner
Banner

Pencarian via Google

Who's Online

We have 3 guests online

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini264
mod_vvisit_counterKemarin321
mod_vvisit_counterMinggu ini1589
mod_vvisit_counterBulan ini7577
mod_vvisit_counterTotal101450

Facebook FanBox

Customer Service

My Alexa Data

presented by camp26